Ketika Harapan Tak Sejalan dengan Realita – Musim 2025/2026 menjadi salah satu periode paling mengecewakan bagi Juventus depo 10k dalam satu dekade terakhir. Klub yang dikenal sebagai raksasa Serie A ini mengalami penurunan performa yang signifikan, baik di kompetisi domestik maupun Eropa. Di balik hasil yang tidak konsisten, sorotan tajam tertuju pada sejumlah pemain yang dianggap gagal memenuhi ekspektasi. Mereka tampil melempem, kehilangan kontribusi maksimal, dan bahkan menjadi beban dalam skema permainan pelatih Igor Tudor.
Artikel ini akan mengulas secara mendalam siapa saja pemain Juventus yang tampil di bawah standar musim ini, faktor-faktor yang memengaruhi penurunan performa mereka, serta dampaknya terhadap dinamika tim secara keseluruhan.
🔍 Juventus Musim 2025/2026: Gambaran Umum
Juventus memulai musim dengan optimisme tinggi setelah pergantian pelatih dari Thiago Motta ke Igor Tudor. Namun, setelah tiga mahjong ways 2 kemenangan awal, performa tim mulai menurun drastis. Hasil imbang melawan Hellas Verona dan kekalahan dari tim papan tengah seperti Bologna dan Udinese memperlihatkan bahwa Bianconeri sedang mengalami krisis performa.
Beberapa masalah utama yang dihadapi tim:
- Minimnya kreativitas di lini tengah
- Ketajaman lini depan yang menurun
- Pertahanan yang mudah ditembus
- Rotasi pemain yang tidak efektif
🧠 Pemain yang Tampil Melempem Musim Ini
Berikut adalah tiga nama yang paling disorot karena performa di bawah ekspektasi:
1. Dusan Vlahovic – Striker yang Kehilangan Insting
Vlahovic sempat digadang-gadang sebagai penerus tradisi striker tajam Juventus. Namun musim ini, ia hanya mencetak 4 gol dari 12 penampilan, dengan kontribusi yang minim dalam membangun serangan.
Faktor penurunan:
- Kurangnya suplai bola dari lini tengah
- Cedera ringan yang mengganggu ritme
- Ketidakcocokan dengan sistem Tudor yang lebih defensif
2. Filip Kostić – Sayap yang Kehilangan Kecepatan
Kostić, yang musim lalu menjadi penyedia assist terbanyak, kini terlihat lamban dan kurang tajam. Ia gagal menciptakan peluang berbahaya dan sering kehilangan bola di area krusial.
Statistik musim ini:
- Assist: 1
- Crossing akurat: 22%
- Dribel sukses: 1.2 per laga
3. Manuel Locatelli – Gelandang yang Kehilangan Dominasi
Locatelli diharapkan menjadi pengatur tempo permainan, namun justru tampil pasif dan sering kalah duel di lini tengah. Ia gagal menjadi jembatan antara pertahanan dan juga serangan.
Catatan performa:
- Intersep: 1.4 per laga
- Umpan kunci: 0.8 per laga
- Akurasi umpan: 84%
📊 Statistik Tim Juventus Musim Ini
| Parameter | Nilai Musim 2025/26 |
|---|---|
| Posisi Klasemen | 7 |
| Gol Dicetak | 16 |
| Gol Kebobolan | 14 |
| Rata-rata Penguasaan Bola | 51% |
| Rata-rata Tembakan per Laga | 9.8 |
Statistik ini menunjukkan bahwa Juventus mengalami penurunan di hampir semua aspek permainan.
🔄 Dampak Terhadap Tim dan juga Strategi Pelatih
Penampilan melempem dari pemain kunci membuat Igor Tudor kesulitan menerapkan strategi yang diinginkan. Beberapa dampak yang terlihat:
- Rotasi tidak berjalan efektif: Pemain cadangan tidak mampu menggantikan peran utama.
- Ketergantungan pada pemain muda: Tudor mulai mengandalkan talenta akademi seperti Kenan Yıldız dan juga Dean Huijsen.
- Tekanan dari manajemen dan juga suporter: Desakan untuk melakukan perombakan skuad semakin kuat.
🔮 Prediksi dan Juga Solusi Jangka Pendek
Jika Juventus ingin kembali ke jalur kemenangan, beberapa langkah perlu segera diambil:
- Evaluasi taktik dan juga formasi: Tudor harus lebih fleksibel dalam pendekatan permainan.
- Rekrutmen di bursa transfer musim dingin: Gelandang kreatif dan juga bek tengah menjadi prioritas.
- Pemulihan mental pemain: Dukungan psikologis dan juga motivasi internal sangat dibutuhkan.
🧩 Kesimpulan: Saatnya Berbenah dari Dalam